Maluku* Masyarakat Desa Tamer Warat, Dusun Sumelang, Kecamatan Wakate, menyatakan keresahan mereka terhadap kondisi sekolah yang rusak akibat kurangnya perhatian dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku. Pembangunan sekolah yang rusak tersebut menjadi perhatian utama karena merupakan langkah penting dalam kemajuan pendidikan anak-anak di desa tersebut.
Kerusakan gedung SMA Persiapan Tamher Warat menyebabkan kekhawatiran bagi guru dan siswa saat melaksanakan aktivitas belajar mengajar, terutama ketika kondisi cuaca buruk terjadi. Ketidaknyamanan ini berdampak langsung pada kualitas pendidikan yang diterima oleh siswa-siswi setempat.
Sesuai dengan amanat konstitusi untuk mencerdaskan anak bangsa, masyarakat Desa Tamer Warat mengharapkan agar pemerintah segera turun tangan dan melihat kondisi ini dengan serius. “Pemerintah harus segera memperbaiki sekolah ini agar anak-anak kami dapat belajar dengan nyaman dan aman,” ujar salah satu warga setempat.
Namun, masyarakat menduga bahwa pemerintah daerah dan dinas terkait telah gagal menangani masalah ini. Sejak kerusakan sekolah terjadi, masyarakat telah melakukan berbagai upaya termasuk menyampaikan informasi terbuka melalui media, tetapi hingga kini belum ada tindakan konkret dari pemerintah daerah.
Diskusi terbuka yang pernah dilakukan bersama Camat Wakate juga belum memberikan hasil yang nyata. Harapan masyarakat setempat hingga saat ini masih belum menerima kenyataan camat.
Suber:Farit Rumadaul


