MOROTAI – Sebanyak 15 Orang Mahasiswa Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, di Desa Negele Ngele Kecil, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Pulau Morotai, Maluku Utara, meresmikan program kerja (Proker) Rumah Literasi, yang diberi nama Sentral Peradaban, pada senin 8 Agustus 2025.
Program tersebut diresmikan langsung oleh Kepala Desa (Kades) dan segenap Struktural Pemerintah Desa (Pemdes) Desa Ngele Ngele Kecil, dengan simbolis Potong Pita.
Kordinator desa (Kordes) Mahasiswa KKN IAIN Ternate Desa Ngele Ngele Kecil, Sandi Gosango dalam sambutan nya menyampaikan, bahwa rumah literasi ini diberi nama sentral peradaban dimaksudkan untuk menjadi titik bertengkar pikiran bertukar gagasan bacarita negara, perubahan dan pembangunan.
“Tempat sentral peradaban ini tidak hanya dialamatkan pada generasi atau anak-anak muda semata melainkan aksesibilitas masyarakat pada umumnya untuk bisa dijadikan titik mendapatkan ide melahirkan solusi dalam upaya kemajuan desa,” tuturnya.
Lebih lanjut, kordes menitipkan sebuah harapan bahwa melalui rumah literasi ini kita sama-sama revitalisasi kembali kesadaran kolektif dalam menumbuhkan minat baca regenerasi, desa Ngele-ngele kecil.
Sementara Kepala desa (Kades) Ngele Ngele Kecil, Fajri Ahma dalam sambutan nya menyampaikan bahwa atas nama pemerintah desa sangat berterimakasih kepada teman-teman mahasiswa yang telah merumuskan ide rumah literasi.
“Kami sangat mengapresiasi Kehadiran Rumah Literasi di Desa Ngele-ngele Kecil,” ujarnya.
Sambung kades, Tentu aset ini sangat penting sebagai wadah pengembangan wawasan generasi muda sekaligus meningkatkan budaya membaca bagi masyarakat desa Ngele Ngele Kecil, khususnya pelajar dan masyarakat pada umumnya.
Menurutnya, Rumah Literasi yang telah dibangun,bisa menjadi pintu awal bagi anak-anak mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA untuk lebih giat membaca buku.
“Kami berharap generasi adik-adik di desa ini bisa lebih memperbanyak membaca, sehingga ke depan mereka memiliki pengetahuan yang lebih luas tentang dunia pendidikan,” tutupnya.







