
Halsel—FaktaMalut.Com | Hujan kembali mengguyur wilayah Gane Barat Utara Kabupaten Halmahera, akibat tensi hujan yang tinggi sehingga menimbulkan banjir yang menerjang jalan penghubung antara Desa Boso menuju Desa Dolik, Ibu Kota Kecamatan Gane Barat Utara Kabupeten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara terebut terputus.
Jalan penghubung antara Desa Boso menuju Dolik tersebut adalah status jalan Provinsi dan baru di kerjakan kurang lebih dua tahun silam melalui program multi year yang dikerjakan oleh PT. Hijrah.
Kepala Desa Dolik Iswadi Ishak kepada media FaktaMalut.Com mengatakan bahwa putusnya akses jalan ini mengakibatkan arus transportasi jalur darat pun terhambat, sehingga mobilitas warga terganggu. Dampaknya Seperti saat ada pasien yang harus dibawa ke puskesmas Kecamatan untuk untuk selanjutnya mendapatkan rujukan pertolongan medis ke Rumah Sakit.
“Akibat akses jalan terputus, kendaraan roda dua maupun roda empat menuju Ibu Kota Kec. Gane Barat Utara (Dolik) macet total sehingga warga disekitarnya sangat resah dengan kondisi saat ini,” ujar Kades Dolik via pesan WhatsApp Kamis, (24/03/2022). pagi tadi.

Sambung Kades Dolik Iswadi Ishak yang akrab disapa Dodi ini menjelaskan, hal ini sangat dirasakan warga Desa khususnya bagi mereka sehari-hari harus memenuhi kebutuhan keperluan hidupnya ke Ibu Kota Kecamatan, termasuk keperluan lain seperti berobat ke puskesmas. sehingga perlu adanya penanganan masalah ini secepatnya.
Orang nomor satu di Desa Dolik ini mengungkapkan bahwa terputusnya akses jalan tersebut akibat hujan deras yang turun semalam mengguyur wilayah tersebut, sehingga fasilitas jalan yang baru dibuat dua tahun silam tersebut rusak parah dan tidak bisa dilalui warga sekitar untuk menuju Des Dolik sebagai Ibu Kota Kec. Gane Barat Utara.
“Seluruh aktivitas warga untuk menuju Ibu Kota Kecamatan (Dolik) terputus, sehingga kami berharap PT. Hijrah selaku pihak pekerja bersama Pemerintah Provinsi bisa memberikan solusi terkait putusnya akses jalan tersebut,” ungkapnya.
Kepala Desa Dolik juga mengatakan, meski demikian teknis perencanaan pembangunan ada di Pemprov yakni Dinas terkait yang menjadi tanggungjawab, namun diharapkan kepada PT. Hijrah sebagai pelaksana dapat mengambil langkah alternatif karena Mash dalam tahap pemeliharaan pekerjaan jalan tersebut.
“Kami berharap ada langkah alternatif dari Pemprov dan pihak pelaksana PT. Hijrah agar bisa secepatnya menangani masalah jalan yang terputus akibat diterjang banjir,” harap Kades Dolik, Iswadi Ishak mengakhiri.
penulis : imran
