Antrian panjang Pelabuhan Feri Sidangoli: Warga Halbar Desak Percepatan Perbaikan Pelabuhan Sofifi

 

Halmahera Barat, Maluku Utara, tengah menghadapi krisis transportasi akibat perbaikan Pelabuhan Feri Sofifi yang belum selesai. Kondisi ini menyebabkan antrean panjang penumpang dan kendaraan di Pelabuhan Feri Sidangoli, pelabuhan alternatif utama, yang kini kewalahan menghadapi lonjakan volume.22/11/2024

Setiap hari, ratusan kendaraan dan penumpang memadati area pelabuhan, mengakibatkan waktu tunggu yang berkepanjangan dan menghambat mobilitas masyarakat, terutama mereka yang bergantung pada layanan feri untuk bekerja atau memenuhi kebutuhan harian. Tak hanya penumpang, distribusi logistik ke wilayah Halmahera Barat juga ikut terdampak, menimbulkan potensi masalah ekonomi yang lebih besar.

“Kami sangat berharap ada solusi konkret dari pemerintah. Antrean panjang ini membuat kami kehilangan banyak waktu dan energi,” ujar salah satu warga yang harus menunggu hingga berjam-jam untuk menaiki feri.

Pelabuhan Feri Sofifi merupakan jalur vital yang menghubungkan berbagai wilayah di Maluku Utara. Sayangnya, proses perbaikan pelabuhan ini tampaknya berjalan lambat tanpa kepastian penyelesaian. Padahal, aksesibilitas dan transportasi adalah nadi utama dalam mendukung aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini.

Warga Halmahera Barat mendesak pemerintah provinsi hingga pusat untuk memberikan perhatian serius terhadap masalah ini. Selain mempercepat penyelesaian perbaikan Pelabuhan Sofifi, mereka juga meminta pengoperasian jadwal tambahan di pelabuhan alternatif atau pembangunan pelabuhan sementara untuk mengurai kemacetan di Sidangoli.

“Kami tidak hanya butuh janji, tapi juga tindakan nyata. Halmahera Barat tidak boleh dibiarkan terisolasi seperti ini,” kata salah seorang tokoh masyarakat setempat.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur di daerah, terutama di wilayah kepulauan seperti Maluku Utara, membutuhkan perencanaan dan eksekusi yang matang agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan masyarakat. Diharapkan, pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi persoalan ini sebelum dampaknya meluas lebih jauh.