Malut  

GMNI dan GPM Halsel Bersama Masyarakat Gane Lakukan Aksi di KCP BRI Labuha

 

Salah satu orator dalam menyampaikan aspirasi masyarakat Gane di depan Kantor Cabang Pembantu (KCP) BRI Tomori. (dok/fm)

HalselFaktaMalut.Com | Ratusan orang perwakilan masyarakat wilayah Gane yang terdampak bencana gempa 7,2 SR pada tahun 2019 silam.kembali mendatangi pihak Bank KCP BRI Labuha untuk mempertanyakan soal pemblokiran Rekening bantuan hunian tetap (Huntap).

Berdasarkan pantauan media FaktaMalut.Com bahwa ratusan kelompok aksi mendatangi kantor cabang pembantu (KCP) BRI Tomori sekitar pukul 10.15 WIT, aksi massa tersebut menggunakan mobil pic up (L300) dilengkapi dengan sound sistem.

Ketua GPM Halsel Harmain dalam orasinya di depan KCP BRI menyampaikan bahwa Kepala BPBD Halsel dan pihak KCP BRI Tomori telah mengabaikan regulasi atau undang-undang tentang hak nasabah BRI dengan cara memblokir rekening bantuan bagi korban bencana gempa yang melanda masyarakat Gane.

“Kepala BPBD Halsel Abukarim Latara telah melanggar dan mengabaikan regulasi terkait hak Nasabah BRI,” Teriak Harmain. Selasa, (08/02/2022).

Aksi massa dari korban gempa Gane di hadapan kantor cabang pembantu (KCP) BRI Tomori Bacan Halmahera Selatan / istimewa

Hal serupa juga disampaikan Ketua GMNI Halsel, dihadapan masyarakat Gane Sumitro menegaskan bahwa korban gempa yang terjadi pada tahun 2019 silam tersebut mendapat bantuan sebesar Rp 50 juta, namun sampai hari ini sebagian besar rekeningnya di blokir oleh pihak KCP BRI

“Akibat Kong kali kong yang dilakukan oleh mantan kepala BPBD Daud Djubedi dan pihak KCP BRI sehingga rekening bantuan korban gempa di blokir,” cecar Sumitro.

Sementara perwakilan masyarakat desa Gane Luar Hakim Hasim mengatakan bahwa sudah 3 tahun hidup di tenda pengungsian karena hati nurani pemerintah sudah tertutup dan mati.

Begitu pula Hasan dalam teriakannya mengatakan bahwa pemerintah telah mengkhianati masyarakat yang sedang menderita akibat gempa dengan memblokir rekening nasabah penerima bantuan Rp.50 juta, akibatnya masyarakat yang terdampak gempa sampai saat ini masih hidup bertahan di tenda-tenda pengungsian. tutupnya.

penulis : imran