Halbar  

Kisah Inspirasi Seorang Abdi Negara Dari Nelayan Hingga Menjadi Seorang TNI-AD

 

Praka Sahdan M Saleh Saat menggelar Baksos Bersama Pemuda Pemudi Desa Saria

HALBAR – Fakta Malut.COM| Sahdan M.Saleh adalah putra asal Desa Saria, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, memiliki cerita dari nelayan hingga menjadi seorang Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD).Senin 22 Juli 2024.

Sahdan M Saleh memiliki dua saudara diantara satu laki laki dan satu perempuan, dari kedua saudara yakni Sandi M Saleh dan Puput M Saleh, mereka adalah anak dari Bapak Saleh Musa, dan Aini Ujud, diketahui Saleh Musa dan Aini Ujud memiliki pekerjaan sebagai pedagang Ikan.

Memiliki Pekerjaan sebagai pedagang ikan bukan hal yang mudah, mereka harus kerja keras tanpa memikirkan lelah, mulai dari adzan subuh mereka sudah terbangun dari tempat tidur harus menyiapkan untuk segera berangkat menuju ke pasar untuk berdagang disana.

Hingga pada malam menjelang magrib mereka kembali kerumah, meskipun jualan mereka belum habis, namun kedua sosok orang tua itu memiliki niat dan tekad untuk menyekolahkan anak anak mereka, sehingga lelah dan perjuangan mereka mendapatkan hasil yang baik.

dan saat ini salah satu anak mereka menjadi seorang Tentara Nasional Indonesia (TNI-AD), yakni Sahdan M.Saleh, tentunya menjadi suatu kebanggaan besar bagi mereka selaku orang tua, bahkan keluarga mereka juga merasakan kebahagiaan mereka.

Sahdan M.Saleh lahir pada 13 Desember 1996, selain itu Sahdan M Saleh juga salah satu siswa Lulusan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Saria, dan lulusan madrasah Tsanawiyah (MTS) Pabos, dan Madrasah Aliyah Muhammadiyah (MA-Muh) Pabos Halmahera Barat. Saat ini Praka Sahdan M.Saleh bertugas di Satuan yonif R 408 SBH Jawa Tengah Sragen,

Diketahui Sahdan M Saleh saat ini telah berkeluarga istrinya bernama Ardiani, kedua pasangan ini telah di karuniai satu anak laki bernama Adi Raja kedua pasangan tersebut menikah sejak tahun 2020.

Kepada media, Sahdan mengaku bahwa sebelum menjadi tentara pekerjaannya dalam sehari hari mengikuti Pajeko (kapal Nelayan) untuk mengail (menangkap ikan) dilaut.

“Sebelum menjadi seperti ini (tentara) saya sudah ikut Pajeko dan ini pekerjaan kami warga masyarakat desa Saria, bahkan sewaktu masih sekolah ketika libur atau hari hari Minggu saya tidak alpa untuk ikut pergi melaut, menangkap ikan” ungkapnya.

Sahdan menyatakan bahwa saat kembali kampung bersama keluarganya, ia terus mengikuti Pajeko pergi mencari ikan dilaut meski dirinya sudah menjadi seorang abdi negara.

“Tentunya saya tetap mengikuti Pajeko ketika saya kembali ke kampung, meskipun saya sudah menjadi seorang tentara,” ujarnya.

Sahdan memaparkan, bahwa meskipun dirinya sudah menjadi seorang tentara namun pihaknya mengaku bahwa ia juga merupakan seorang pemuda di Desa Saria sehingga dirinya sering berdiskusi tentang permasalahan kepemudaan dan membangun sebuah Desa melalui anak mudah.

“Saya sering berdiskusi dengan teman teman saya maupun ketua karang taruna Soa Romdidi Desa Saria, membahas persoalan anak mudah, generasi mudah dan kemajuan Desa kita melalui anak mudah, Alhamdulillah beberapa program dan ide ide yang kami tuangkan bersama,” tuturnya.

“Seperti Bakti Sosial, dan pererat Tali silaturahmi kemudian kebersamaan antara pemuda pemudi dan masyarakat maupun pemerintah Desa untuk Desa Kami,” tambahnya.

Sahdan bilang, dirinya sangat bersyukur dengan apa yang dicapainya dan perjuangan kedua orang tuanya hingga kini dirinya menjadi seorang tentara.

“Tentunya saya sangat bersyukur kepada Allah SWT yang telah mengabulkan keinginan saya dan saya tidak mampu membayar kerja keras perjuangan dan kebaikan orang tua dan doa mereka yang selalu mencakar ke langit sehingga saya menjadi seperti ini,” akunya.

Selain itu, Sahdan mengaku bahwa suasana perkampungan dirinya sulit untuk melupakan terutama teman teman di kampung halaman, karena dirinya ingin bersama sama dengan para pemuda pemudi untuk melakukan satu gerakan untuk membangun negerinya (Desa Saria).

“Pastinya saya sangat dan tidak bisa melupakan suasan di kampung terutama teman teman saya di kampung halaman, tetapi hal ini menjadi konsekuensi hidup menjadi seorang tentara meskipun keinginan saya bersama dengan rekan rekan pemuda pemudi lakukan suatu gerakan untuk membangun Desa saya,” ungkapnya.

Sahdan berharap agar pemuda pemudidi Desanya selalu diberikan kesehatan, ilmu, dan di ridhoi oleh Allah SWT agar keinginan mereka terwujud dan untuk pengurus karang taruna terus genjot semangat untuk memotivasi kan kepada generasi mudah yang matang mendatang.

“Semoga teman teman pemuda pemudi diberikan keberkahan, kemudahan, ilmu serta dapat tingkatkan keimanan kepada Allah SWT agar kedepan menjadi orang orang yang berguna dan keinginan mereka dapat terwujud, dan semoga hal yang kami lakukan di beberapa hari di kampung bisa memotivasi kan kepada generasi penerus Desa Saria,” tutupnya.

Sekadar diketahui Teman Teman Pemuda dan Pemudi Desa Saria sangat berharap dan selalu menunggu Praka Sahdan M Saleh bisa kembali kembali ke Daerah untuk bisa berkolaborasi dengan para pemuda pemudi Desa Saria untuk menciptakan perubahan di Desa Saria.