Mahasiswa Di Sula Ancam Blokir Akses Wisata Tanjung Waka ”Kasiang,, Karena Bangunan Tua Yang Tabuang.

Aksi Mahasiswa Pro Demokrasi di Kepulauan Sula aksi boikot akses jalan menuju Festival Tanjung Waka

SULA-FaktaMalut.Com| Bertahun-tahun sudah masyarakat di Kecamatan Sulabesi Timur Kabupaten Kepulauan Sula makan krikil,sisa kebijakan pemerintah sekarang sudah ditangan Bupati Hj.Fifian Adeningsi Mus, jembatan kali baleha menjadi monumen yang kian buat masyarakat singsara.

Awalnya kami menyangka ada niat baik pemerintah terhadap masyarakat khususnya di kecamatan sulabesi timur pada akhirnya kita saksikan Festival Tanjung Waka (FTW) bersama ribuan orang yang datang bahkan juga dari istana negara.

“Tetapi kenapa kita lupa singsara yang tinggal di tanah tua sekarang bakarat tamcampur besi tua apa karena kebijakan dan ucap sukur dari orang tua kami sudah tidak dianggap,”tulis Mulawarman Buamona, Mahasiswa STAI Babusalam Sula kepada wartawan media ini, Jumat (29/9/23)

Mulawarman, yang juga ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) kampus STAI Babusalam Sula itu mengatakan pihaknya akan memblokir akses jalan menuju Festival Tanjung Waka (FTW) sampai ada titik kejelasan pembangunan jembatan kali baleha.

“Sikap kami tidak berubah, Festival Tanjung Waka dan pembangunan jembatan kali baleha, pemerintah daerah harus melihat kedua hal ini pada aspek sosial terhadap masyarakat ini sudah sangat meresahkan,”kata nya.

Hal senada juga ditegaskan oleh Jisman Leko, ketua BEM STAI Babusalam Sula, menurutnya Festival Tanjung Waka yang digelar oleh pemerintah daerah pada tahun
2021 lalu yang disinyalir untuk meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat sayangnya dinikmati lebih sebagai tempat prostitusi para muda-mudi yang bertamasya.

Aksi Mahasiswa Pro Demokrasi di Kepulauan Sula pada malam hari

Tahun 2021 kemarin sekitar 5 sampai 7 miliar dana APBD Kepulauan Sula diperuntukan untuk Festival Tanjung Waka hasilnya adalah generasi kita semakin bodoh mengikuti anime budaya luar bahkan adat dan budaya kita ikut dirupiahkan,”kesal Jisman.

Jisman, bilang pihaknya siap berdarah dan dipenjara sampai jembatan kali baleha dan sejumlah pembangunan yang ada di Kepulauan Sula dituntaskan oleh pemerintah.

“Jangan buat kami marah, saya ingatkan darah kami ini bercampur garam, jangan parang ditembak kami tetap lawan,”tegasnya

Informasi yang diterima wartawan kami sudah 5 hari sejak Senin 25 September 2023 kemarin sampai hari ini aktivitas pemboikotan akses menuju lokasi Festival Tanjung Waka masih diblokir mahasiswa siang bahkan malam hari.