
SULA- Bupati Hj. Fifian Adeningsi Mus dan sejumlah pejabat utama di lingkup pemerintah daerah kabupaten kepulauan sula sepertinya tidak ambil pusing dengan bencana alam yang menimpa masyarakat desa malbufa kecamatan sanana utara dan desa kabau pantai kecamatan sulabesi barat. Pasalnya kedua desa tersebut saat ini terkena bencana alam, sejumlah rumah warga direndam banjir rob atau quantity remaining on board, Kamis (3/4/25)
Mirisnya warga dilanda bencana bupati dan sejumlah kepala OPD malah sibuk urus politik. FAM saat ini mengambil peran penting untuk menangkan Citra-Utuh di PSU pilkada kabupaten pulau taliabu pada tanggal 5 april 2025 besok, sementara warganya tengah tertimpah bencana.
Dinas BPBD, dinas kesehatan,dinas sosial
sementara hampir seluruh Kabupaten Kepulauan Sula direndam banjir rob. Di desa malbufa kec. sanana utara, air laut banjir dan masuk hampir di seluruh rumah warga. Kami harap instansi terkait segera mengambil langkah atas bencana ini jangan pangku kaki dan berdiam diri,” tulis akun Junaidi Ternate di grup fecebook Dad Hia Ted Sua.
Junadi, memberikan keterangan bahwa banjir rob tersebut sangat meresahkan warga. Selain pemukiman yang direndam air dampak penyakit takutnya tidak dapat dicegah bila tidak segera diatasi dini oleh dinas terkait.
Berdasarkan laporan yang diterima redaktur faktamalut.com selain di desa malbufa, banjir rob ini juga terjadi di desa kabau pantai dan sejumlah desa yang mempunyai kali mati meluap.
Kalau dibilang dari 12 kecamatan yang ada di Kepulauan Sula, kecamatan sulabesi timur mempunyai andil yang luar biasa terhadap daerah. Tanjung waka menjdi aikon dunia sementara jembatan kali belaha dilupakan pemerintah ini sungguh disayangkan.
Bupati Ningsi setiap tahun anggarkan uang APBD untuk di korupsi, pembangunan jembatan kali belaha hanya kedok,” ucap salah satu pemuda desa baleha kepada media ini.
Sementara Kalak BPBD Kepulauan Sula Hi. Buhari Buamona yang dikonfirmasi wartawan mengenai data kerusakan dan kerugian dalam bencana banjir rob di kedua tersebut mengaku telah turun lansung ke lapangan.
“Saya dalam perjalanan menuju desa malbufa dan kabau,”singkatnya.*(Kam)


