Pulau Bersejarah Kembali Gelar Festival, Beragam Event Bakal Ditampilkan

Salah satu bangkai transportasi peninggalan Perang Dunia II. Foto: morotaiindonesia.com/Iqbal Barcham

MOROTAIFaktamalut | Festival Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, merupakan sebuah festival yang digagas untuk mengenalkan pesona Indonesia Timur, baik sisi alam budaya dan masyarakatnya. Pada Tahun 2019 telah sukses dilaksanakan kini kembali digelar di tahun 2022 sebab Morotai masuk dalam 100 Calendar of Events Wonderful, Kementerian Pariwisata.

Festival Morotai pada tahun 2019 menampilkan ragam pertunjukan kesenian daerah, antara lain Musik Bambu Tada, berbagai tarian, dan nyanyian khas daerah. Rangkaian acara Festival Morotai 2019 dan 2022 ini diadakan di eks lokasi Sail Morotai, Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan, Pulau Morotai.

Festival Morotai 2019 ini terdiri dari rangkaian acara yang menyajikan enam event unggulan yang bertumpu pada daya tarik wisata alam (nature), wisata budaya (culture), dan wisata buatan manusia (man-made).

Keenam event tersebut adalah Parade Budaya dalam Bahari Pulau Morotai, Pekan Seni Morotai (lomba fotografi, lomba kerajinan tangan), Pekan Olimpiade Morotai (lomba dayung), Festival Musik dan Tari Tradisional, Lomba Mancing berskala internasional atau Fishing Morotai dan Festival Pesona Kirab Nusantara Morotai. Sementara Festifal 2022 ini beragam kegiatan yang akan ditampilkan.

Tarian Bambu Tada yang Pernah Ditampilkan pada Festival Morotai Tahun 2019 (istimewa)

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pulau Morotai, Ida Arsad mengatakan, Saat ini kita lagi buat persiapan, untuk festival Morotai tahun 2022 jadi dalam festival nanti menggambilkan 1500 orang untuk tim tari Kkusus untuk tarian tekuwela.

“Aikon festival nanti yang di tampilkan itu tarian tokuwela, tapi selain tokwela Masi ada rangkain festivalnya, rangkain tari yang akan di tampilkan dalam festival sendiri jadi ada tuju suku rangkaian kegiatannya jadi ada kolsal jadi di Morotai ini ada terdiri dari beberapa suku ada enam atau tuju suku yang paling pertama itu suku Tobelo galela,”ungkap Ida Kepada Wartawan, Rabu (26/1/2022).

“Kemudiam ada suku Gorap kemudian ada Bugis ada Jawa ada sangger ada Papua itu semua ada di Morotai, jadi suku-suku ini terlibat juga didalam festifal nanti, tarian tarian mereka itu di angkat juga di dalam festival Morotai nanti,”sambungnya.

Ida mengaku penari ini akan dilatih oleh tim dari Universitas Seni Surakarta

“Jadi tarian kolosal itu pelatinya itu semua kita pake dari solo universitas seni surakarta mereka itu saat ini lagi ada di Morotai untuk menggandakan latihan, jadi ini latihan tahap awal saja yang di lari hari ini kurang lebih mungkin untuk perwakilan dari masing masing tim kurang lebih sekitar 200 orang lebih koreonya itu pa Eko,”akunya.

Salah Satu Tarian Yang Diperagakan pada Festival 2019 (istimewa)

Bambu tada juga yang di tampilkan dari Morotai sendiri itu tadi ada tekuwela, kemudian ada bambu tada kemudian ada tarian yang kolosal itu lala weda dari Halmahera itu ya kemudian ada tarian nelayan

“Inikan menggambar Morotai ini Pasifik laut kemudian ada tarian saloi itu, menggambarkan morotai ini masyarakatnya petani ya kemudian tokuwela ini yang kita angkat jadi aikonnya kemudian ada dana dana, bambu tada, soya soya juga sama tide tide, dan lainya”ujar ida.

Ida menambahkan festival ini ada beberapa rangkaian yang dilakasanakan, ada 13 rangkaian Ivent mulai dari olahraga, morati Aidol, morati unifersi, dan morati MTQ

Tarian Soya-soya Yang Juga Nanti Ditampilkan pada Event Festival 2022 (istimewa)

“Jadi ada event-event yang bersifat panjang dan ada yang hitungannya satu sampe dua hari atau lebih dari stu Minggu, dan kegiatan intinya ada di puncaknya itu ada di tanggal 14 Mei 2022. ada 3 dinas yang terlibat yakni dinas Kesra, Dinas Dispora dan Dinas pariwisata,”pungkasnya.


Penulis : An