
MOROTAI – Faktamalut.com | Untuk mempercepat Pembagunan di Morotai Belum lama ini Pemerintah Daerah (Pemda) Pulau Morotai, Maluku Utara telah melakukan Pinjaman Uang Senilai Rp 200 miliar kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI)
Dari Rp 200 miliar itu, 35 miliar dialokasikan untuk pembangunan Masjid Raya dan Islamic Center. Hanya saja, dikabarkan anggaran puluhan miliar itu tanpa melalui proses tender di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Morotai.
Tidak melalui proses tendernya itu terlihat dari publikasi website LPSE Morotai yang hingga detik ini tidak pernah menayangkan anggaran 35 miliar untuk pembangunan proyek masjid raya dan Islamic center.
Begitu pula dengan anggaran pembangunan gedung Oukumene Morotai yang dianggarkan melalui dana PEN senilai Rp 9 miliar. Pada proyek itu juga diduga tidak dilakukan melalui proses tender di ULP. Sebab, hingga kini website LPSE juga tidak menayangkan tender Oukumene senilai Rp 9 miliar.
Sedangkan yang terlihat dari anggaran pinjaman PEN di LPSE itu hanya proyek jalan dan sekolah senilai 96 miliar lebih.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Morotai Ramlan Drakel, ketika dikonfirmasi hal tersebut Dirinya mengatakan anggaran PEN untuk pembayaran progres fisik masjid raya dan gedung Oukumene tidak lagi melalui proses tender di ULP.
“jadi proyek masjid raya dan Oukumene ini menggunakan tahun jamak atau multiyears, dan dia hanya satu kontrak saja tidak lagi pakai kontrak yang baru dan tidak melalui tender itu tidak menjadi masalah.”ungkap Drakel, Selasa (27/7) kemarin
Ia menjelaskan penggunaan anggaran PEN itu dilakukan karena ditahun 2020 terdapat masalah Covid dan berpengaruh terhadap kondisi keuangan daerah sehingga pembayaran progres pekerjaan masjid raya itu menggunakan dana pinjaman dari pemerintah pusat.
“Kemampuan keuangan daerah tidak ini karena adanya Covid, ada pinjaman untuk pemulihan ekononi disiasati untuk pembayaran masjid raya, tra bermasalah, pembayaran gunakan dana pen karena waktu itu fisik pekerjaannya sudah mencapai 60 persen sementara Pemda Morotai baru keluarkan dana 4 miliar, makanya bayar pakai dana PEN,”pungkasnya
Penulis : An





