Sampah dan Pemerintah

 

Penulis : Junaidi Peuleu, eks Ketua LMND                        Kepulauan Sula

Membakar sampah rumah tangga, plastik, dan kayu yang dicat sangat berbahaya bagi lingkungan. Karena bahan-bahan tersebut melepaskan bahan kimia beracun yang mencemari udara dan udara yang tercemar karena asap pembakaran sampah dapat dihirup oleh manusia dan hewan, disimpan di tanah, serta terpapar ke permukaan air dan tanaman.

Sampah juga berkontribusi dalam memperburuk perubahan iklim yang mengakibatkan pemanasan global. Tumpukan sampah di udara terbuka mengeluarkan gas metana, salah satu gas yang bertanggung jawab atas pemanasan global.

Kita wajib berperan dalam mencegah pemanasan global. Hal-hal yang dapat kita lakukan antara lain tidak membuang sampah sembarangan. Dan ketika itu menjadi kajian di dunia khususnya  di indonesia,maka pemerintahan kecamatan mangoli utara kurang sehat dalam penanganan sampah.

Hal ini terlihat di sekeliling desa falabisahaya sebagai pusat kecamatan dimana kesadaran akan sampah lagi-lagi tidak menjadi hal yang begitu mengusik pemerintah akan pentingnya kebersihan dan adaptasi sosial masyarakat.

Mangoli utara salah satu kecamatan terbesar dari 11 kecamatan di kepulauan sula. Perhatian yang tidak serius yang di lakukan oleh pemerintah  kecamatan,dan pemerintahan kabupaten salah satunya ialah sosialisasi hal keberhasilan lingkungan yang saat ini mulai tercemar bahan kimia dan pengaruh biologis antar manusia dan manusia yang terkaruan ibarat suatu hal yang perlu dilakukan.

Lingkungan adalah nafas dan sumber kehidupan olehnya itu kita perlu menjaga, melindungi agar tidak dicemari apalagi sampai dieksploitasi oleh sih idiot yang berdasi miring berpemikiran sedikit.

Lewat tulisan ini saya menaruh harapan kepada pemerintah agar menata segera persoalan sampah yang ada di kecamatan mangoli utara. Oleh sebab otak pemerintah bisa saja demensia gara-gara sampah jangan bikin pitam jika bismilah kami akhiri dengan kata ya sudahlah maka kita semua bisa saja berdarah bahkan juga sampai dipenjara. (red/fm)*