Tahun ini Bupati Benny Laos Janji Bakal Tuntaskan Talud Penahan Ombak di Morotai

Bupati Benny Laos dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pulau Morotai, Ramlan Drakel,  Saat Pantau Pekerjaan Talud di Desa Totodoku (An)

MOROTAIFaktamalut | Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara di Tahun 2022 ini akan menuntaskan pembagunan talud di seluruh Desa yang ada di Morotai yang terdampak abrasi.

Hal itu terlihat jelas terobosan yang dilakukan oleh Bupati Benny Laos, Kunjungan Kerja di dua Desa yakni Desa Mandiri dan Desa Totodoku kecamatan Morotai selatan, pada Selasa (11/1/2022) itu dalam rangka melihat progres pekerjaan pembangunan talud, sekaligus dilakukan pencanangan secara simbolis.

Bupati Benny Laos mengatakan, saat ini samua desa yang terdampak bencana abrasi pantai sudah dikerjakan secara serentak, dan tahun ini semua pekerjaan tuntas, kecuali yang ada tambahan baru. jadi kalu sudah dibagun talud masyarkat tidak usah bagun rumah di pinggiran.

“Kita tangani yang urgensi dulu, tapi pada prinsipnya pembangunan talud ini akan di sambung terus sehingga rumah di pinggir pantai akan diperluasan. Jadi rata-rata rumah di pinggir pantai itu mundur 10-20 meter, hanya saja masyarakat sering melawankan. Makanya saya minta warga Desa Mandiri sepakat tidak boleh bangun rumah di pinggir pantai,”ungkap Benny di hadapan masyarakat.

Benny mengaku pekerjaan talud ini masyarakat yang kerjakan sendiri, namun untuk standarnya ditentukan oleh dinas terkait jadi tidak ada yang merasa dirugikan

“Ini dikerjakan secara swakelola, sehingga semua pekerjaan masyarakat yang kerjakan, tapi standar ini sudah ditentukan jadi tidak ada yang dirugikan, masyarakat dapa duit, desa terlindungi dan tidak ada komplen karena masyarakat yang kerja,”akunya.

Bupati Benny Laos, Didampingi Sekda Morotai, M. Umar Ali dan Kepala Dinas PU, Ramlan Drakel saat Kuker Melihat Pekerjaan Talud di Desa Mandiri (An)

Benny bilang, pekerjaan talud yang sementara berjalan itu di Desa Gurua Kecamatan Morotai Utara, Desa Sopi Kecamatan Morotai Jaya, Desa Kolorai, Mandiri dan Totodoku Kecamatan Morotai Selatan, serta lainnya.

Total keseluruhan anggaran pembangunan talud ini senilai Rp 2 miliar lebih, dan ini dikerjakan dengan cara swakelola oleh masyarakat, bukan Dinas PU yang kerja tapi masyarakat yang kerja.

“Semua masyarakat yang kerja itu, jadi masyarakat tidak bisa komen kalau rusak, karena dorang yang karja, dan kalau dorang curi semen dan besi maka dorang yang tanggungjawab sandiri,”tegasnya.

Talud Penahan Ombak di Desa Mandiri (An)

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pulau Morotai M. Ramlan Drakel mengatakan, untuk pekerjaan talud di Desa Mandiri dan Desa Totodoku ini masing-masing panjangnya 100 meter. Tapi, akan dilakukan penambahan 100 meter lagi.

“Jadi untuk Mandiri dan Totodoku ini nanti ditambah lagi di tahun anggaran 2022 ini,”ucap Ramlan.

Ia menambahkan, pekerjaan talud ini kalau kita tidak lakukan swakelola maka akan menghabiskan anggaran miliaran rupiah, namun kalau kita swakelola hanya sekitar 300 juta saja.

“Kalau tender anggaran terlalu besar, jadi kami kase lanjut untuk kelola mengunakan alat sendri, karena pekerjaan ini tidak bisa manual,”pungkasnya.

Diketahui, hadir dalam kegiatan itu, Kepala BPBD Morotai, Muslim Djumaati, Kabag Humas Takdir Abdul Aziz, Camat Morsel Darmin Djaguna, Kabag Protokoler Abdul Karim, dan Ketua PPK Morotai Sherly Tjoanda, serta para keterwakilan penerimaan bantuan bencana.


Penulis : An