
Halsel—FaktaMalut.Com | Dalam rangka menunjang kinerja Kader Posyandu,, maka Kepala Desa Dolik Kecamatan Gane Barat Utara Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara, menyerahkan bantuan bagi Kader Posyandu berupa anggaran Operasional dan Alat Kesehatan (Alkes) untuk tahun 2023.
Penyerahan Alat Kesehatan (Alkes) dan biaya operasional oleh Pemdes tersebut berlangsung pada Selasa, 30 Mei 2023, bertempat di kantor Desa Dolik yang dihadiri oleh Pemdes, Ketua dan anggota BPD, Kader Posyandu serta pihak Puskesmas yang diwakili oleh Bidan Wahyuni dan Mutmainnah.
Melalui rilisnya yang disampaikan ke Media ini, Kepala Desa Dolik Iswadi Ishak mengatakan pemdes berinsiatif untuk membantu alkes dan operasional tersebut guna mendukung kinerja, serta mempermudah bagi Kader Posyandu untuk bisa menggunakan alkes dengan bantuan para bidan serta perawat dari puskesmas atau polindes.
“Tujuannya adalah menunjang kinerja, serta mempermudah bagi Kader Posyandu dan perawat Desa dalam melaksanakan tugas pelayanan kesehatan di Desa,” ucap Iswadi. Minggu, (04/06/2023).

Lanjut Dodi sapaan akrab Kades Dolik, Kader Posyandu adalah tenaga bantu kesehatan di Desa, oleh karena itu Pemdes selaku fasilitator pembangunan perlu mengintervensi guna membantu mereka dalam menjalankan tugas sebagai abdi kesehatan di Desa.
“Pemdes memfasilitasi Kader Posyandu, agar mereka lebih maksimal dalam pelayanan, dan bisa dipandu oleh Bidan atau perawat untuk dapat menggunakan Alkes tersebut,” terangnya.
Sementara Marlita Zubair salah satu Kader Posyandu ini mengatakan, dengan adanya bantuan Pemdes, kami bisa belajar dari perawat atau bidan untuk menggunakan alkes tersebut, serta biaya operasional yang diberikan juga bisa menjadi penopang untuk lebih memaksimalkan pelayanan kami terhadap masyarakat.
“Terima Kasih Pak Kades atas insiatif dan kepeduliannya pada kami, semoga bantuan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja membantu warga dalam hal pelayanan kesehatan,” tutur Marlita.
Untuk diketahui bantuan belanja alat kesehatan berupa timbangan digital, termometer, pengukur tinggi badan balita dan anak, serta alat tensi kurang lebih 5 juta, sementara biaya operasional selama 5 bulan ditambah dengan uang makan-minum sebesar Rp.8.500 000. (imba/fm)*

