Haltim  

Usulan Masyarakat Soal SMA, Komisi I DPRD Teruskan ke Dikjar Provinsi

Sekretaris Komisi I DPRD Haltim, Hasanuddin Ladjim (istimewa)

HALTIM – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halmahera Timur Maluku Utara, beberapa hari kemarin melakukan kegiatan reses dan monitoring.

Reses di Desa dan Kecamatan, seperti Desa Lolasita Maba Utara, Martana Jaya Maba Tengah, Wasile Utara dan Wasile Selatan.

Reses Komisi I, itu terdapat aspirasi datang dari Masyarakat, bahwa beberapa Desa dan Kecamatan di Halmahera Timur saat ini sudah harus dan layak dibangun Sekolah Menengah Atas (SMA).

Menanggapi hal tersebut, kini Komisi I DPRD, mengusulkan ke Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar Provinsi) untuk membuka Sekolah baru di Tahun 2022.

Sekretaris Komisi I DPRD Haltim, Hasanuddin Ladjim, mengatakan menindaklanjuti aspirasi masyarakat, terkait pembukaan sekolah tingkat SMA baru, maka Komisi I DPRD melakukan rapat koordinasi bersama dengan Dikjar Provinsi, beberapa hari lalu.

“Berdasarkan hasil reses dan monitoring yang dilakukan oleh anggota Komisi I di beberapa Kecamatan, seperti Maba Utara, Maba Tengah, Wasile Selatan, dan Wasile Utara, bahwa sudah layak untuk membangun Sekolah tingkat SMA, dan sangat mendukung dalam pengembangan Pendidikan siswa-siswa yang ada,” katanya.

Menurut Hasanuddin, Karena Masyarakat yang ada di beberapa Desa dan Kecamatan tersebut, ternyata selalu mengeluhkan rentang kendali yang terbilang sangat jauh ketika ditempuh oleh Siswa pada saat berangkat Sekolah dan balik ke rumah, kondisi jangkauan seperti ini dikhawatirkan dapat mengganggu keselamatan anak-anak Siswa dijalan.

“Selain masalah jangkauan dari rumah warga menuju Sekolah, ternyata ada persoalan lain yang menjadi masalah serius Masyarakat setempat, seperti biaya transportasi harus ditanggung oleh orang tua, biayanya cukup besar,” jelasnya.

Ia pun, menambahkan Kebanyakan anak-anak Siswa hanya tamat di Sekolah Menengah Pertama (SMP), sudah tidak lagi lanjut ke SMA, hanya karena soal transportasi dan biaya yang sangat besar,

“Hal ini mengakibatkan banyak Siswa yang putus Sekolah,” tutupnya.