Waduh.!Tudingan Miring Terhadap Pemdes Sosowomo, Fakta di Lapangan Berkata Lain

HALTENG, FaktaMalut – Pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) di Desa Sosowomo, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah, menjadi sorotan setelah muncul tudingan terhadap Sekretaris Desa (Sekdes) dan PJ Kepala Desa. Namun, hasil pantauan di lapangan menunjukkan bahwa proyek ini berjalan lancar dan sesuai rencana.

Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK), Manuel Kokobu sebelumnya mengungkapkan ketidaktahuannya terkait pelaksanaan proyek, yang memicu dugaan adanya ketidakterbukaan dari pihak pemerintah desa.

Namun, kata dia, Sekdes Sosowomo, Aksen Aiba, membantah hal tersebut dan menegaskan bahwa semua tahapan telah dibahas dalam rapat resmi.

“Kami sudah mengadakan rapat sebelumnya, tetapi terjadi miskomunikasi karena Ketua TPK tidak hadir saat pembahasan,” jelas Aksen.

Dalam pertemuan tersebut, diputuskan bahwa dua unit RLH akan langsung dikoordinasikan oleh pemerintah desa, mengingat TPK sebelumnya kerap mengalami kendala dalam pelaksanaan proyek, baik dari sisi teknis maupun administrasi.

Manuel Kokobu pun mengakui adanya miskomunikasi yang terjadi. “Saya tidak bisa hadir saat itu karena sedang berada di Weda. Saya akui ada miskomunikasi di sini,” ujarnya.

Ketua BPD, Arnolis Girato, yang bertugas mengawasi jalannya proyek, memastikan bahwa pembangunan berjalan sesuai dengan ketentuan. “Kami tidak menerima keluhan dari masyarakat atau TPK sebelumnya. Setelah saya turun langsung ke lokasi, saya melihat proyek ini berjalan lancar,” kata Arnolis.

Hal ini diperkuat oleh salah satu penerima manfaat RLH, Simon Hulahi, yang mengungkapkan rasa syukur atas bantuan tersebut. “Saya sangat bersyukur atas bantuan ini. Pelaksanaannya berjalan baik dan hasilnya juga layak,” ujarnya.

Menanggapi polemik ini, Aksen Aiba menegaskan bahwa Pemerintah Desa selalu terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat.

“Kami berterima kasih atas pengawasan dari masyarakat. Jika ada yang kurang, tentu kami siap memperbaiki. Namun, kami berharap tidak ada pihak yang sengaja menjatuhkan pemerintah desa tanpa dasar yang jelas,” tutupnya.

Dengan fakta di lapangan yang menunjukkan kelancaran proyek, polemik ini tampaknya lebih disebabkan oleh miskomunikasi ketimbang adanya penyimpangan. Pemerintah Desa Sosowomo berharap kejadian serupa tidak terulang dan koordinasi antar pihak dapat lebih ditingkatkan di masa depan.