Pemda Haltim Usulkan Desa Sil Jadi Kampung Nelayan MP, Tim Surveyor Tinjau Lokasih

Haltim — FaktaMalut.Com, Kerjasama Kementrian Kelautan dan Perikanan dan Institut Pertanian Bogor (IPB) Universiti, dengan menghadirkan Tim Enumerator Surveyor untuk mengecek lokasi kampung nelayan merah putih di Desa Sil Kecamatan Maba Selatan Kabupaten Halmahera Timur.

Pengecekan lokasi kampung nelayan MP itu turut didampingi Kepala Bidang Perikanan Tangkap Pengawasan dan Pengelolaan Ruang Laut DKP Haltim, Mahuba Tuheteru,bersama Enumerator/surveyor dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Universiti, Ikhfani Rahmawati, dan Enumerator/surveyor, Ma’had aly Mu’allimin Mu’allimat, Nur Muafah, hadir juga Kepala Desa Sil Malaki Wadah beserta jajaranya, Ketua dan Anggota BPD Desa Sil, serta Masyarakat setempat.

Ikhfani Rahmawati, saat diwawancarai Faktamalut. com mengatakan untuk memastikan lokasi kampung nelayan merah putih di Halmahera Timur khsusnya di Desa Sil, maka dilakukan peninjauan lokasih secara langsung agar memastikan terkait tempat serta pengukuran lahan untuk selanjutnya diferifikasi.

Hal ini dilakukan atas usulan dari Pemda Haltim ke Kementerian, agar Desa Sil dijadikan sebagai tempat untuk kampung nelayan merah putih.

“Untuk itu terkait berkas ataupun lahan yang diusulkan, maka hari ini kami turun mengecek langsung di lokasi,” kata Ikhfani. Selasa (16/12/2025).

Lanjutnya, Sesuai hasil pantaun di lapangan semuanya baik, seperti lahan sudah tersedia dan milik Pemerintah Daerah, selain itu antusias dari masyarakat Desa Sil terutama para nelayan memberi respon yang positif.

“Antusias masyarakat ini menjadi salah satu kunci untuk merespon tercapainya Desa kampung nelayan merah putih,” ujarnya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa, Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa sangat merespon baik, kedatangan Tim kesini disambut langsung oleh Kepala Desa Sil, Malaki Wadah dan Jajarananya, serta Masyarakat. Mereka terbuka dan sangat senang.

“Untuk itu harapan kami, semoga Desa Sil yang sudah diajukan sebagai kampung nelayan merah putih ini dapat tercapai dan segera di bangun fasilitas fasiltasnya, untuk memperdayakan para nelayannya,” harapnya.

Kami melihat kalau untuk lahanya sudah memadai, hanya menunggu beberapa berkas yang akan kami verifikasi sesuai data di lapangan.

 

(Riftan)