TOBELO-FaktaMalut || Wakil Bupati (Wabup ) Halmahera Utara (Halut) Kasman Hi Ahmad, menyampaikan pesan mendalam terkait pelestarian budaya dan bahasa daerah, saat menghadiri sekaligus membuka acara HUT SMAN 6 Halut, pada Selasa (20/10/2026).
Wabup menegaskan bahwa pelestarian bahasa bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan dimulai dari lingkungan keluarga. “Bahasa tidak hanya mati di sekolah, melainkan bahasa itu mati di rumah,” ujar Kasman.
Ia juga mendesak agar ritual-ritual adat yang ada di daerah ini segera didokumentasikan dengan baik dan sistematis, agar tidak hilang ditelan zaman. Kasman juga memberikan apresiasi tinggi terhadap tema yang diangkat, yang dinilainya sangat selaras dengan visi-misi pasangan Bupati dan Wakil Bupati, Piet–Kasman, dalam konsep pembangunan “Setara”, di mana pelestarian budaya menjadi salah satu pilar utamanya.
Pada kesempatan itu, Kasman juga mengungkapkan kabar menggembirakan. Beberapa hari lalu, Pemerintah Daerah Halmahera Utara baru saja menerima kunjungan kerja sama dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), khususnya untuk mendukung upaya riset dan pendokumentasian budaya daerah.
“Kerja sama ini sangat penting agar kekayaan budaya Halmahera Utara terekam dengan baik dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 6 Halmahera Utara, Bobby Puni, memaparkan rekam jejak perjalanan sekolah selama 19 tahun sekaligus deretan prestasi gemilang yang diraih para siswa, dari tingkat daerah hingga nasional. “Kita tidak boleh gagap menghadapi era digital dan harus adaptif memanfaatkan teknologi. Namun, setinggi apa pun kita terbang, kaki kita harus tetap memijak pada akar budaya dan kearifan lokal.” Tegasnya
Terpisah Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara wilayah Halmahera Utara, Anthon Toim, memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan pesan penting terkait peningkatan mutu pendidikan.
Ia mengajak seluruh pihak menjadikan peringatan HUT ini sebagai sarana refleksi dan evaluasi, terutama dalam persiapan menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA). “Mari kita sama-sama berjuang mempersiapkan anak-anak didik kita untuk meraih kesuksesan dan meningkatkan mutu pendidikan di Halmahera Utara,” ungkap Anthon.
Ia juga menekankan pentingnya pembentukan karakter peserta didik yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal Hibualamo, sehingga siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan mencintai budaya sendiri. (*)















