
TERNATE – Praktisi hukum Maluku Utara, Hendra Karianga, mendesak aparat penegak hukum memproses oknum pegawai PT ASDP Kota Ternate, berinisial R.
R lantaran diduga melakukan pungli terhadap pengguna feri yang menyeberangkan alat berat. Rute yang dikeluhkan karena kerap dikenakan biaya ekstra untuk alat berat adalah Ternate-Sidangoli dan Ternate-Sofifi.
Hendra mengatakan, kasus seperti itu masuk pidana dan itu pungli, penggelapan serta masuk juga tindak pidana korupsi, ASDP itu perusahan pemerintah kenapa pegawai masih korupsi.
“Kalau kerugian sudah di atas 10 juta itu masuk korupsi, saya minta APH segera tertibkan oknum -oknum seperti ini karena ini merugikan bukan hanya masyarakat tetapi merugikan pula negara,”kata Hendra saat di konfirmasi, Kamis (27/3/2025).
Menurutnya, dalam rangka mewujudkan tata kelola keuangan di ASDP APH segera tertibkan oknum seperti itu yang melakukan pungli.
“Jadi uang itu kalau namanya korupsi pasti merantai sampai ke pimpinan ASDP,”ujar Hendra.
Sementara slah satu sumber terpercaya mengungkapkan, harga tiket pengangkutan ekskavator dari Ternate ke Sidangoli, Halmahera Barat, adalah Rp 2.136.000. Namun oleh R dinaikkan menjadi Rp 10 juta per ekskavator. Anehnya, biaya tiket itu ditransfer ke rekening pribadi R di bank Mandiri.
“Uang tersebut ditampung di rekening bank Mandiri, lalu dibagi-bagi ke orang kapal dan petugas ASDP lain. R bagi-bagi uang ada cash dan transfer,” ungkapnya.
Selain itu, boarding pass tiket tidak pernah diserahkan ke penumpang yang menyeberang. Sebaliknya, boarding pass disimpan pegawai ASDP tersebut agar tidak ketahuan.
“Mereka melakukan pungli ini sudah cukup lama, modusnya juga banyak. Mereka muat alat berat Ternate-Sidangoli, ada pula Ternate-Sofifi, itu modusnya sama semua,” tandasnya.
Sebelumnya oknum petugas ASDP RFS mengakui, sudah sering kali, Alat Berat yang diangkug lewat Pelabuhan Ferry Bastiong dimintai uang alias Pungli itu.
“Solusinya gimana Pak, kalau alat berat lewat lagi kita cegat ya?,” tukas petugas ASDP
Ia mengungkapkan, bahwa hasil tersebut dibagi-bagi ke Sakter, Pihak Kapal Ferry dan juga pimpinan ASDP.
“Jadi uang itu kita bagi-bagi ke sakter dan juga pimpinan SDPP,”pungkasnya.


